Sebanyak 1.200 petani bawang merah mengikuti Santani Integrated Crop Solution Expo 2026 (SICS Expo 2026) di Lapangan Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan PT Santani Agro Lestari tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE., MM.
SICS Expo 2026 menjadi ruang edukasi dan pengenalan inovasi pertanian bagi petani, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Melalui kegiatan ini, petani dapat mengenal berbagai produk perlindungan tanaman, nutrisi pertanian, serta solusi pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Bupati Paramitha menyampaikan bahwa pertanian merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Brebes. Banyak keluarga menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian, sehingga peningkatan produksi perlu diiringi dengan upaya memperbaiki kesejahteraan petani.
“Brebes punya kehidupan yang sangat dekat dengan pertanian. Banyak keluarga menggantungkan penghidupannya dari sawah dan ladang. Dari kerja keras para petani itulah, hasil pertanian Brebes terus menghidupi banyak orang,” ungkapnya.
Menurut Bupati, petani perlu terus didorong agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, biaya produksi, hingga dinamika harga hasil pertanian.
Karena itu, peningkatan pengetahuan, akses teknologi, dan pemilihan sarana produksi yang tepat menjadi hal penting dalam pengembangan usaha tani.
“Saya ingin para petani kita semakin maju. Punya pengetahuan yang cukup, akses terhadap teknologi, serta dukungan sarana produksi yang tepat,” tegasnya.
Inovasi Pertanian Harus Tepat Guna
Bupati mengapresiasi PT Santani Agro Lestari yang telah menghadirkan kegiatan tersebut sebagai sarana berbagi pengetahuan dan memperkenalkan inovasi pertanian kepada petani.
Ia berharap kegiatan pameran dan demonstrasi lapangan tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga memberikan pemahaman yang dapat diterapkan petani dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
“Kegiatan seperti ini penting karena petani bisa belajar langsung melalui demonstrasi lapangan, bertukar pengalaman, dan mengenal solusi pertanian yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya penggunaan nutrisi tanaman secara berimbang dan penerapan perlindungan tanaman terpadu. Penggunaan sarana produksi harus memperhatikan kebutuhan tanaman, dosis, serta anjuran pemakaian agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan biaya.
Dengan pengetahuan dan penerapan teknologi yang sesuai, petani diharapkan dapat menjaga kesehatan tanaman, mengurangi risiko kerusakan akibat hama dan penyakit, serta meningkatkan mutu hasil panen.
Produktivitas Harus Diimbangi Harga Jual yang Layak
Selain peningkatan produktivitas, Bupati mengingatkan bahwa kesejahteraan petani juga ditentukan oleh kemampuan mereka memperoleh harga jual yang layak dan akses pasar yang memadai.
Hasil panen yang melimpah belum tentu meningkatkan pendapatan apabila petani masih menghadapi ketidakpastian pasar dan fluktuasi harga. Oleh karena itu, penguatan sektor pertanian perlu dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan penyedia sarana produksi, distributor, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.
Kemitraan tersebut diharapkan berlanjut setelah kegiatan expo melalui pendampingan teknis, edukasi budidaya, penguatan kapasitas petani, serta perluasan akses pemasaran.
“Petani harus mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan dan memiliki kepastian akses pasar dengan harga yang layak,” tegasnya.
Pemkab Salurkan Bantuan Beras untuk 1.200 Petani
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes juga menyerahkan bantuan beras kepada 1.200 petani bawang merah yang hadir. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga petani sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang berkontribusi besar terhadap sektor pertanian.
Bantuan tersebut melengkapi upaya penguatan kapasitas petani melalui edukasi, pengenalan teknologi, dan pengembangan kemitraan pertanian.
Bagi Kabupaten Brebes, petani memiliki peran penting dalam menjaga produksi pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangan sektor pertanian perlu memperhatikan bukan hanya hasil produksi, tetapi juga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan keluarga petani.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pertanian Brebes yang produktif dan berdaya saing.
“Mari kita jaga semangat bertani. Pemerintah Kabupaten Brebes akan terus mendorong pertanian yang produktif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran direksi PT Santani Agro Lestari dan PT Santani Agro Perkasa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Camat dan jajaran Forkopimcam Bulakamba, Kepala Desa Banjaratma beserta perangkat desa, penyuluh pertanian, mitra usaha, distributor, serta para petani bawang merah.
Humas Dinkominfotik Kabupaten Brebes
Sumber: brebeskab.go.id